Pada postingan pertama blog ini yang dipublishkan pada hari Jumat, saya mengambil judul "Mengenal Keutamaan Hari Jum'at". Hari ini Jumat 13 Februari 2015 saya akan mempublish Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi Pada Hari Jum'at".
1. Dipancarkan cahaya pada dirinya di hari kiamat kelak, dari kaki hingga ke langit
مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ
"Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya antara dirinya hingga baitul Atiq." (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi, dishahihkan Al-Albani)
2. Diampuni dosanya antara dua Jum’at
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ سَطَعَ لَهُ نُوْرٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءَ يُضِيْءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ
“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.” (Hadits riwayat Ibnu Umar dalam at-Targhib wa al- Tarhib)
3. Diselamatkan dari fitnah Dajjal
مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ
“Barangsiapa hafal sepuluh ayat dari permulaan surat al-Kahfi, maka ia dilindungi dari Dajjal.” (HR. Muslim)
مَنْ قَرَأَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنَ الْكَهْفِ لَمْ يَخَفِ الدَّجَّالَ
“Barangsiapa membaca sepuluh ayat dari permulaan surat al-Kahfi, maka ia dilindungi dari Dajjal.” (HR. Darimi)
“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470)
Alhamdulillahi robbil ‘alamin. Allahumma sholli ‘ala nabiyyina Muhammad, wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Betapa banyak orang lalai dari amalan yang satu ini ketika malam Jum’at atau hari Jum’at, yaitu membaca surat Al Kahfi. Atau mungkin sebagian orang belum mengetahui amalan ini. Padahal membaca surat Al Kahfi adalah suatu yang dianjurkan (mustahab) di hari Jum’at karena pahala yang begitu besar sebagaimana berita yang dikabarkan oleh orang yang benar dan membawa ajaran yang benar yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hadits-hadits yang membicarakan hal ini kami bawakan sebagian pada posting yang singkat ini. Semoga bermanfaat.
Hadits pertama:
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ
“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.” (HR. Ad Darimi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6471)
Hadits kedua:
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470)
Inilah salah satu amalan di hari Jum’at dan keutamaan yang sangat besar di dalamnya. Akankah kita melewatkan begitu saja [?]
Semoga Allah selalu memberikan kita ilmu yang bermanfaat dan dimudahkan untuk beramal sholeh sesuai tuntunan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shollallahu ‘ala nabiyyiina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Surat Al Kahfi
Surat Al Kahfi merupakan surat yang ke 18 di dalam Al Qur’an. Surat Al Kahfi berasal dari kata Al Kahf yang artinya Gua.
Surat Al kahfi disebut juga dengan Ashabul kahfi, dan surat Al Kahfi termasuk golongan surat makkiyah.
Dimanakah surat Al Kahfi diturunkan ?
Surat Al Kahfi di turunkan di kota mekkah, karena surat Al kahfi di turunkan sebelum nabi muhammad saw hijrah ke madinah, dan surat Al Kahfi termasuk golongan surat makkiyah.
Kapan surat Al Kahfi diturunkan kepada nabi muhammad ?
Surat Al Kahfi diturunkan kepada nabi muhammad sesudah surat Al isra’ atau sebelum surat maryam.
Mengapa surat Al Kahfi juga disebut dengan Ashabul kahfi ?
Karena surat AlKahfi menceritakan tentang beberapa pemuda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya yang terdapat pada ayat ke 9 sampai 26.
Apa yang dimaksud dengan ashabul kahfi ?
Ashabul Kahfi adalah penghuni-penghuni Surga, yang merupakan kisah tentang beberapa orang pemuda beriman yang tertidur dalam gua bertahun-tahun lamanya, saat berlindung dari kaumnya yang sesat.
Siapakah seseorang yang diceritakan di surat Al Kahfi ?
Seseorang yang diceritakan di surat Al Kahfi yaitu seorang pemuda yang tidur di dalam gua selama bertahun-tahun lamanya.
Bagaimanakah keadaan sebelum para pemuda bersembunyi di gua ?
Saat sebelum bersembunyi di gua para pemuda dikejar-kejar oleh kaum sesat yang akhirnya para pemuda harus bersembunyi dan berlindung dari kejaran kaum sesat.
Selain cerita tentang ashabul kahfi, juga terdapat beberapa buah cerita dalam surat Al Kahfi yang semuanya mengandung pelajaran-pelajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia. Dan terdapat beberapa hadits Rasulullah saw yang manyatakan keutamaan membaca surat Al Kahfi.
Dan adapun pokok-pokok yang di jelaskan di dalam surat Al Kahfi, dan langsung saja kita lihat di bawah ini.
Pokok – pokok isi surat Al Kahfi
1. Keimanan: Kekuasaan Allah swt untuk memberi kemampuan bertahan hidup pada manusia melebihi normal: dasar-dasar tauhid serta keadilan Allah tidak berubah untuk selama-lamanya; kalimat-kalimat Allah sangatlah luas, meliputi segala sesuatu, sehingga manusia tidak akan sanggup untuk menulisnya. Kepastian datangnya hari berbangkit; Al Qur’an adalah kitab suci yang isinya bersih dari kekacauan dan kepalsuan.
2.Hukum-Hukum: Dasar hukum wakalah (berwakil) ; larangan membangun tempat ibadah di atas kubur; hukum membaca “insya allah” , perbuatan salah yang dilakukan karena lupa adalah dimaafkan; izin merusak suatu barang untuk menghindarkan bahaya yang lebih besar.
3.Kisah-Kisah: Cerita Ashhabul Kahfi; cerita dua orang laki-laki yang seorang kafir dan yang lainnya adalah mukmin ; cerita Nabi Musa AS dengan Khidhr AS; cerita Dzulkarnain dengan Ya'juj dan Ma'juj.
4.Dan lain-lain: Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari cerita-cerita dalam surat ini antara lain tentang kekuatan iman kepada Allah SWT serta ibadah yang ikhlas kepadaNya; kesungguhan seseorang dalam mencari guru (ilmu) adab sopan-santun antara murid dengan guru; dan beberapa contoh tentang cara memimpin dan memerintah rakyat, serta perjuangan untuk mencapai kebahagiaan rakyat dan negara.

0 comments:
Post a Comment